Search This Blog

Wednesday, 30 September 2026

 Kamis, 30 September 2026. 

Kudengar dia memotong tempe. Teringat olehku, tempe yang kubeli kemarin. Setelah mandi, aku menghampiri, sisakan sepotong, sambil menunjuk potongan yang agak besar, sisakan itu untukku, mau kugoreng tepung.

 Disahuti "Mana cukup tukangnya ada 8", 

"Tapi itu tempe yang kubeli dua hari lalu, tempe yang lupa kumasukin kulkas, Abang yang masukin kulkas kan?"

"Kan itu tempe yang baru dibeli lagi 2 aku nitip"

"Aku yang selalu ke pasar dititipinya, ingat bahwa terakhir kali belanja tempe adalah minggu lalu, dan dia masih merasa tempenya masih ada"

Aku cek kulkas, tidak ada satu blokpun tempe yang tersisa. Artinya dua tempe yang dimaksudkannya tidak real. 

Aku masuk kamar, mengingat bahwa aku membeli laukku beberapa minggu ini sendiri, membeli minyak goreng, dan percabean/ sambal pakai uangku sendiri. Sekalipun aku gak pernah bicara aneh ketika sambal2 itu dipakai untuk tukangnya. Karena aku juga senang dia memasak yang baik dan ayak untuk tukangna..


Tapi tempe sepoyong selebar 3 ruas jari, tidak juga mudah dilepasnya untukku. Benar aku bukan apa2