Search This Blog

Wednesday, 30 September 2026

 Kamis, 30 September 2026. 

Kudengar dia memotong tempe. Teringat olehku, tempe yang kubeli kemarin. Setelah mandi, aku menghampiri, sisakan sepotong, sambil menunjuk potongan yang agak besar, sisakan itu untukku, mau kugoreng tepung.

 Disahuti "Mana cukup tukangnya ada 8", 

"Tapi itu tempe yang kubeli dua hari lalu, tempe yang lupa kumasukin kulkas, Abang yang masukin kulkas kan?"

"Kan itu tempe yang baru dibeli lagi 2 aku nitip"

"Aku yang selalu ke pasar dititipinya, ingat bahwa terakhir kali belanja tempe adalah minggu lalu, dan dia masih merasa tempenya masih ada"

Aku cek kulkas, tidak ada satu blokpun tempe yang tersisa. Artinya dua tempe yang dimaksudkannya tidak real. 

Aku masuk kamar, mengingat bahwa aku membeli laukku beberapa minggu ini sendiri, membeli minyak goreng, dan percabean/ sambal pakai uangku sendiri. Sekalipun aku gak pernah bicara aneh ketika sambal2 itu dipakai untuk tukangnya. Karena aku juga senang dia memasak yang baik dan ayak untuk tukangna..


Tapi tempe sepoyong selebar 3 ruas jari, tidak juga mudah dilepasnya untukku. Benar aku bukan apa2

Sunday, 28 June 2026

Part 1: GURU PESANTREN DARUL QUR'AN

        Memberanikan diri membangun bimbel (bimbingan belajar), awalnya peluang itu sengaja kubuka setelah aku berhenti mengajar di salah satu pesantren ternama di sudut kota Medan, namanya Pesantren Darul Qurán. Aku hanya mengajar bidang studi Fisika sebagai a substitute teacher,  guru pengganti. Aku dapat pekerjaan itu di bulan pertama aku pindah ke Medan dari kota Kisaran. Keputusan yang diambil karena suamiku memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengubah rencana untuk tinggal di Sydney. Sebenarnya peluang kerja itu kudapatkan karena guru yang aku gantikan adalah teman kerja dulu semasa kami bekerja sebagai pegawai kontrak di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Medan di Tahun 2013.
Kupanggil Kak Eva, senior setahun lebih tua dari ku kalau aku tidak salah ingat. Orangnya ramah, cantik, pintar juga anggun. Kepintarannya jelas terlihat dari jurusan yang diampunya, fisika. Beliau mendapat jatah cuti hamil dan melahirkan selama tiga bulan. Dan dimulailah cerita menjadi guru pesantren. 


Pesantren Darul Qurán

Sebagian besar orangtua yang anaknya suka bidang hafalan qur'an, sekolah ini jadi primadona. Bagaimana tidak, semua santri punya jadwal tetap untuk terus murojaah.