Memberanikan diri membangun bimbel (bimbingan belajar), awalnya peluang itu sengaja kubuka setelah aku berhenti mengajar di salah satu pesantren ternama di sudut kota Medan, namanya Pesantren Darul Qurán. Aku hanya mengajar bidang studi Fisika sebagai a substitute teacher, guru pengganti. Aku dapat pekerjaan itu di bulan pertama aku pindah ke Medan dari kota Kisaran. Keputusan yang diambil karena suamiku memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengubah rencana untuk tinggal di Sydney. Sebenarnya peluang kerja itu kudapatkan karena guru yang aku gantikan adalah teman kerja dulu semasa kami bekerja sebagai pegawai kontrak di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Medan di Tahun 2013.
Kupanggil Kak Eva, senior setahun lebih tua dari ku kalau aku tidak salah ingat. Orangnya ramah, cantik, pintar juga anggun. Kepintarannya jelas terlihat dari jurusan yang diampunya, fisika. Beliau mendapat jatah cuti hamil dan melahirkan selama tiga bulan. Dan dimulailah cerita menjadi guru pesantren.
Sebagian besar orangtua yang anaknya suka bidang hafalan qur'an, sekolah ini jadi primadona. Bagaimana tidak, semua santri punya jadwal tetap untuk terus murojaah.